Karawang | Krimsus86.com
Isu pengunduran diri Kepala Desa Cengkong yang sempat memicu kegelisahan publik akhirnya terjawab dengan sebuah pengakuan jujur yang sarat emosi. Santo, Kepala Desa Cengkong, secara terbuka membenarkan bahwa dirinya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan yang selama ini ia emban.
Ditemui di kediamannya pada Sabtu, 20 Desember 2025, Santo berbicara dengan suara tertahan, seolah menimbang setiap kata yang keluar dari mulutnya. Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan bentuk pelarian dari tanggung jawab, melainkan pilihan berat demi keselamatan diri dan keluarganya.
“Keputusan ini bukan karena saya lelah mengabdi, tapi karena tubuh saya sudah tidak sekuat dulu. Saya pernah kena stroke ringan, dan dokter menyarankan saya untuk benar-benar beristirahat,” ujar Santo.
Lebih jauh, Santo mengungkap sisi personal yang selama ini ia simpan rapat. Keinginan untuk menunaikan ibadah haji bersama sang istri menjadi dorongan batin yang kuat, namun kondisi kesehatan menjadi faktor penentu.
“Ibadah haji itu butuh fisik yang sehat. Kalau saya memaksakan diri terus bekerja, bukan tidak mungkin niat haji itu justru tertunda atau bahkan gagal,” katanya lirih.
Meski telah menyampaikan niat pengunduran diri, Santo menegaskan bahwa dirinya belum sepenuhnya melepas amanah. Selama belum ada surat keputusan resmi dari Bupati Karawang, ia memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan.
“Selama belum ada keputusan dari Bupati, saya tetap menjalankan tugas sebagai kepala desa. Saya tidak ingin meninggalkan tanggung jawab di tengah jalan,” tegasnya.
Kini, bola berada di tangan Pemerintah Kabupaten Karawang. Warga Desa Cengkong menanti kejelasan sikap dan keputusan yang tidak hanya mempertimbangkan aspek administratif, tetapi juga sisi kemanusiaan seorang kepala desa yang berada di persimpangan antara pengabdian dan kesehatan.
(Red)*






